RESTO GUNAKAN LABEL HALAL MUI PALSU (?)

Beberapa hari yang lalu aku dan keluarga melewati sebuah ruko di gading serpong yang menjual martabak MICK*Y MOU*E (sekitar 500 m dari sebelah kanan toserba gading) di bagian depan ruko tersebut terdapat spanduk yang mencantumkan label halal Majelis Ulama Indonesia. Dan kemarin kami mampir kesana untuk mencoba mencicipi martabak (karena selama ini kami belum pernah menemukan martabak halal MUI) ketika memasuki ruangan aku membaca dengan┬áteliti jenis martabak yang dijual, ternyata dalam menu yang ditempel di etalase jelas tertulis martabak dengan 2 pilihan mentega ‘golden’ dan ‘wisman’ (mereka salah menulis ‘wijsman’ dengan ejaan ‘wisman’). Lalu kami menanyakan produk halal yang dijual apakah sebagian atau semua. Penjual yang sepertinya merupakan karyawan dengan kulit agak gelap dan berbadan besar menjawab bahwa produknya “semua halal”, lalu ketika kita menanyakan perihal pemakaian mentega wijsman dia menjawab dengan penuh rasa percaya diri bahwa “wijsman halal karena dibikin dari sapi”. Kemudian kami menjelaskan bahwa sejauh pengetahuan kami wijsman itu belum mengantongi sertifikat halal. Karyawan berkulit gelap tersebut langsung berbalik dan meninggalkan pembicaraan tanpa menjawab apa-apa sedangkan karyawan berkulit kuning berbadan langsing diam saja karena sedang membuat martabak untuk seorang pembeli. Suamiku berkata sambil tersenyum “jangan marah dong, mas. Kita kan cuma nanya…” lalu dia menjawab “siapa yang marah?” tapi kalau dilihat dari raut mukanya sepertinya mereka terlihat kesal dan mendiamkan kami. Akhirnya kami pergi karena merasa tidak yakin dengan status halalnya. Dengan pelayanan yang buruk dia sudah kehilangan beberapa orang calon pelanggan.

Aku pernah mendengar bahwa wijsman ini label halalnya sudah kadaluarsa dan belum diperpanjang sedangkan mentega ‘golden’ sama sekali belum pernah mendengar sudah berlabel halal.

kami mengerti biasanya kebanyakan orang indonesia marah kalau ditanyakan mengenai status halal, walaupun kami tanya baik-baik, mereka tidak mengerti bahwa air putih kemasan saja bisa haram jika dalam prosesnya disaring menggunakan bahan dari babi. Mereka marah karena merasa tidak menambahkan babi atau alkohol.

Kami hanya menjalankan kewajiban sebagai muslim untuk mengkonsumsi produk halal. Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada mereka yang belum mengerti sepenuhnya mengenai produk halal. Semoga Allah selalu memudahkan jalan kami. Amien.

Posted from WordPress for Android

About these ads

3 thoughts on “RESTO GUNAKAN LABEL HALAL MUI PALSU (?)

  1. hari ini aku lewat lagi didepan restoran tersebut dan spanduknya sudah diganti, tidak lagi mencantumkan logo halal Majelis Ulama Indonesia.

  2. Alhamdulillah, semoga kami tidak terjebak dengan akal-akalan pedagang yang hanya memikirkan kuntungan semata, minggu kemarin saya dapat info bahwa ada koki yg menemukan kumpulan resep2 yg menggunakan bahan baku yg sdh halal, insya allah kami sdng membuat jadwal mudah2an dalam waktu dekat bisa belajar dengan beliau, maaf alamat ukhti dimana..?mudah2an saya bisa silaturahmi dengan ukhti.

    • wah, menarik sekali. saya sangat mengharapkan hal seperti ini bisa membawa manfaat buat masyarakat banyak (amien… !!) terlebih mengingat bahan halal untuk kue masih sangat jarang dan sulit didapat.

      saya ada facebook & bisa lewat e-mail juga. nanti saya mampir ke blog-nya ukhti deh, insyaallah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s