HEMAT BERKUALITAS DI BULAN RAMADHAN

setiap bulan ramadhan tiba orang-orang menyambut dengan sukacita karena bulan ini terasa begitu istimewa, alhamdulillah, hal ini menunjukkan kondisi masyarakat kita di indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai agama dimana pada bulan ini Allah membukakan pintu rahmat dan ampunannya, dibuka kesempatan untuk mengeluarkan zakat fitrah, banyak bersedekah dan keutamaan yang yang lain.

namun ada hal yang cukup memprihatinkan setiap kali buLan ramadhan datang. yaitu harga sembako yang melambung disebabkan permintaan yang tinggi. bulan ramadhan yang seharusnya menjadi sarana pendidikan manusia muslim untuk menahan diri dari godaan duniawi menjadi sarana untum menghambur-hamburkan kekayaan.

pada bulan ramadhan ini keluarga kami memutuskan untuk tidak membeli baju baru dan makan dengan menu seperti hari-hari biasa. setelah 1 bulan lamanya kami menjalani gaya hidup seperti ini, ternyata kami dapat membuktikan bahwa bulan ramadhan menjadi bulan dimana pengeluaran bisa lebih hemat tanpa mengurangi kualitas kesehatan kami.

2 hal yang berbeda hanyalah kue yang disediakan untuk tamu yang akan bersilaturahmi pada hari raya idul fitri dan kolak yang kadang-kadang disediakan sebagai santapan berbuka. kami tidak mengkonsumsi daging setiap hari, disamping karena harganya cukup mahal karena kami membeli daging organik, juga karena -menurut pengetahuan kami- daging yang kita makan dalam sehari bisa memenuhi kebutuhan akan protein selama beberapa hari berikutnya sehingga konsumsi daging tidak perlu setiap hari yang malah akan mengakibatkan dampak yang tidak baik untuk kesehatan.

jadi santapan kami sehari-hari adalah sayuran dan buah, air putih juga herba-herba seperti madu, kurma, roselle, pegagan dan yang lainnya sesusia kebutuhan. dengan menjalani pola makan seperti ini ekonomi keluarga kami tidak terpengaruh dengan harga-harga yang melonjak naik, yang ada justru sebaliknya.

khusus untuk saya pribadi alhamdulillah sepanjang bulan ramadhan saya tetap berolahraga seperti biasa 3-4X seminggu, padahal untuk menyiapkan menu sahur dan berbuka bagi keluarga saja sudah merupakan tantangan tersendiri karena kami selalu mengolah makanan sendiri dan tidak membeli makanan di warung makan ataupun makanan instan🙂 ini menunjukkan bahwa dengan niat yang -insyaallah- baik maka Allah pun akan membantu menolong hambanya untuk melaksanakan niatnya tersebut.

kami akan merindukan ramadhan dan kami tunggu kedatangannya kembali tahun depan. mudah-mudahan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s