HARUS BERANI

suatu hari, saat saya naik angkot (angkutan kota), ada 2 orang akhwat seusia anak sma duduk di depan bangku saya, disebelahnya ada seorang laki-laki dewasa, tangannya sedang menggerayangi paha salah satu akhwat tersebut. rupanya sedang terjadi tindak pelecehan seksual. akhwat tersebut ketakutan, duduknya mengkeret tapi tidak berani bertindak apapun, saya heran juga karena di angkot itu banyak orang, kenapa nggak ada yg ngeh dengan peristiwa pelecehan yang sedang terjadi.

akhwat tersebut memandang wajah saya seperti meminta tolong, lalu saya tepuk kaki si laki-laki dengan buku yang biasa saya bawa, laki-laki itu memandang tajam ke arah saya, saya balas dengan pandangan yang tidak kalah tajam sambil setengah membentak “tangannya !!!!!”, sebagai sesama perempuan tentu saya marah melihat hal tersebut apalagi akhwat yang duduk di depan saya menggunakan kerudung panjang menutup dada, baju tunik dan rok lebar, bukan berpakaian terbuka/vulgar (artinya dia sudah berusaha menjaga dirinya dengan berpakaian tertutup) saat itu saya sudah dalam keadaan siap tempur (hehe… lebay) menghadapi kemungkinan si laki-laki itu akan bertindak sesuatu yang tidak diinginkan, tapi ternyata nyalinya kecil, laki-laki itu menarik tangannya sambil memalingkan wajah dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

saya masih terus mengawasi laki-laki itu dengan pandangan tajam karena khawatir dia akan mengulangi perbuatannya (pasti saat itu wajah saya jelek banget deh, wajah tegang dengan mata melotot & mulut mengerucut😛 ) sampai kedua akhwat tersebut turun dari angkot, ketika lewat di depan saya, mereka mengucapkan terimakasih.

ada 2 hal yang perlu diperhatikan dari kisah nyata diatas, 1. bahwa kita harus aware dengan lingkungan sekitar, angkot itu hampir penuh tapi nggak ada yang menyadari peristiwa pelecehan yang sedang terjadi saat itu), 2. kita perlu menumbuhkan keberanian baik untuk diri sendiri maupun keluarga, misalnya saudara atau anak perempuan. jika akhwat tersebut berani berteriak meminta tolong saja, misalnya, tentu orang akan berpikir dua kali untuk melakukan tindakan pelecehan tersebut.

saya melihat banyak teman-teman saya terutama dari golongan menengah keatas yang terlalu melindungi dan memanjakan anak-anaknya, padahal mereka harus diajarkan untuk mandiri dan berani menghadapi lingkungan. laki-laki tidak bermoral seperti dalam cerita diatas biasanya mencari sasaran perempuan muda, remaja bahkan anak-anak. keberanian ditumbuhkan dari rumah, dimulai dari kemandirian, kemudian anak dilatih untuk memecahkan masalah sendiri dan belajar beladiri.

One thought on “HARUS BERANI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s